Tradisi Ruwat Kampung , Warga Gedung Jaya adakan Wayang Kulit

Gedungjaya – Seperti tahun – tahun sebelumnya, setiap bulan suro (jawa) atau dalam kalender islam lebih dikenal dengan nama bulan Muharam/haram, masyarakat kampung Gedung Jaya yang mayoritasnya berasal dari pulau jawa (suku jawa) mengadakan ruwat kampung (Bersih Kampung). Dan pada tahun ini bertepatan dengan tanggal 19 Oktober 2017, tanggal tua dalam kalender jawa, warga masyarakat kampung Gedung Jaya mengadakan ruwat kampung menggunakan ritual ruwat wayang.

Ruwat wayang dipimpin langsung oleh dalang ruwat dalam kesempatan kali ini ruwat wayang dipimpin oleh Dalang Ki Setio Laksono dari Mesuji blok 3B. Ki Setio membawa manik yakni “Manik Moyo Sedio Laksono”.  Tujuan dari ruwat ini adalah warga masyarakat kampung gedung jaya terhindar dari balak atau marabahaya dan makmur, sehat sejahtera.

 

     

 

 

Menurut sang dalang Ki Seto Laksono, ruwatan itu sarat dengan makna kesadaran diri. Dan tradisi menghilangkan sengkolo dibagi menjadi dua bagian. Dua bagian yang harus dimengerti dalam meleburkan sengkolo yaitu ruwatan dan sukerto. Keduanya merupakan satu bagian yang tak terpisahkan dari kesadaran diri manusia kepada Sang Pencipta-nya.

Dengan didampingi 10 orang yogo Dalang memulai ruwat dimuali pukul 05.15 WIB dengan diawali membaca sholawat nabi sebanyak 3 kali dan selesai pada pukul 07.40 WIB.

(UF)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan