BUMKAM dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tanpa Agunan.

Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) Karya Jaya Abadi Kampung Gedung Jaya, telah menjalin kerja sama dengan BANK BNI dengan menjadi Agen BNI 46. Kerja sama ini tidak hanya sebatas untuk kepentingan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) dengan BNI semata. Namum didalam kerja sama teraebut memuat kepantingan masyarakat tani kampung Gedung Jaya.

Maksudnya apa??
Bahwa masyarakat tani bisa melakukan simpan pinjam di AGEN BNI 46 yang di kelola oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM). dan yang paling menarik adalah bahwa masyarakat tani bisa melakukan pinjaman dana berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang suku bunga sangat ringan yang bisa dilayani di AGEN BNI 46 Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM).

Tidak hanya bunga yang ringan, namun pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) tersebut tidak dikenakan Agunan (jaminan) untuk pinjaman Kredit Usaha Rakyat dibawah Rp 25.000.000,-. Selain itu jika pelaku pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sudah terdaftar pada Asuransi Tani (Jasindo) maka   apabila petani tersebut mengalami gagal panen, maka berhak melaukan klaim asuransi untuk mendapat Asuransi dengan ketentuan yang berlaku di Jasindo.

Kemudian, apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) tersebut?.

Dalam penjelasan ketua Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) Karya Jaya Abadi beliu Bapak Ahmad Zurkhoni yang sesuai pemaparan dari pihak BANK BNI, untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) maka masyarakat tani harus memiliki KARTU TANI.

                      salah satu contoh kartu tani, dok: google. unduhan 05/12/2017/09:46

Apa itu Kartu Tani??
Kartu Tani, sesuai dengan namanya adalah sebuah kartu yang hanya dimiliki oleh petani yang didalamnya memuat fasilitas ATM dan dapat digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi. dengan memiliki kartu tani, jelas petani akan dimudahkan untuk mendapatkan saluran pupuk bersubdisi dan berbagai fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) lainnya.

Untuk diwilayah kecamatan Rawa Pitu Kartu Tani dikeluarkan oleh BANK BNI.

Selain itu, kartu ini akan membantu pemerintah khususnya Kementerian Pertanian dalam  mengontrol peredaran pupuk di Indonesia. Cara ini dinilai paling praktis dan efisien bagi petani karena sistem transaksinya tidak lagi ribet. Hebatnya, melalui sistem kartu begini pemerintah bisa menjadi lebih mudah mengontrol distribusi pupuk dan proses pertumbuhan tanaman, dan hasil panen petani.

Sehingga kartu tani ini juga bakal menjadi kartu ampuh atau kartu sakti bagi petani untuk mendapatkan kredit bank ke program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan sebagainya. Model  transaksi kartu ini juga termasuk mudah karena bakal mendapatkan layanan khusus.

Beberapa bank yang mengeluarkan kartu tani yakni Bank BRI, PT Bank Mandiri dan Bank BNI. Ketiga bank inilah yang memproduksi jutaan kartu yang kini sudah dipegang sebagian besar petani di berbagai wilayah Indonesia. sedangkan kartu tani yang beredar diwilayah kecamatan Rawa Pitu adalah keluaran BANK BNI, sehingga nantinya bila ingin mengajukan kredit usaha rakyat adalah ke BANK BNI melalui BUMKAM di masing-masing kampung yang sudah menjalin kerjasama melalui AGEN BNI 46.

Bagaimana mendapatkan Kartu Tani?

Untuk warga petani kampung Gedung Jaya, yang ingin mempunyai Kartu Tani guna memperoleh layanan serta fsilitas pertanian yang mudah, aman dan  nyaman. Segeralah mendaftarkan diri anda ke Kelompok Tani dengan mengisi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) dan melampirkan fotokopi KTP.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan